Langsung ke konten utama

Teks Eksplanasi

TEKS EKSPLANASI

 

Kompetensi Dasar :

3.9    Mengidentifikasi informasi dari teks ekplanasi berupa paparan kejadian suatu fenomena alam yang diperdengarkan atau dibaca dengan memperhatikan struktur, unsur kebahasaan, dan isi secara tertulis.

4.9   Meringkas  isi  teks eksplanasi yang berupa proses terjadinya suatu fenomena dari  beragam  sumber yang didengar  dan dibaca .

3.10 Menelaah Teks Eksplanasi berupa paparan,kejadian suatu fenomena alam yang diperdengarkan atau dibaca.

4.10  Menyajikan infomasi dan data dalam bentuk Teks  Eksplanasi proses terjadinya suatu fenomena secara lisan dan tulis dengan memperhatikan struktur, unsur kebahasaan , atau aspek lisan.

 

A.  TUJUAN PEMBELAJARAN:

1.      Siswa mampu mengidentifikasi informasi dari teks ekplanasi berupa paparan kejadian suatu fenomena alam yang diperdengarkan atau dibaca dengan memperhatikan struktur, unsur kebahasaan, dan isi secara tertulis.

2.      Siswa mampuMeringkas  isi  teks eksplanasi yang berupa proses terjadinya suatu fenomena dari  beragam  sumber yang didengar  dan dibaca .

3.      Siswa mampuMenelaah Teks Eksplanasi berupa paparan,kejadian suatu fenomena alam yang diperdengarkan atau dibaca.

4.      Siswa mampu Menyajikan infomasi dan data dalam bentuk Teks  Eksplanasi proses terjadinya suatu fenomena secara lisan dan tulis dengan memperhatikan struktur, unsur kebahasaan , atau aspek lisan. 

 

B.  URAIAN MATERI

1.    Pengertian Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi merupakan teks yang menjelaskan tentang proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam atau sosial. Pada teks eksplanasi juga sebuah peristiwa timbul karena ada peristiwa lain sebelumnya dan peristiwa tersebut mengakibatkan peristiwa yang lain sesudahnya.

2.     Ciri-ciri teks eksplanasi

Ciri-ciri teks eksplanasi sebagai berikut:

a.    Memuat informasi berdasrkan fakta (faktual)

b.    Berisi informasi yang bersifat keilmuwan

c.    Menjelaskan proses terjadinya fenomena alam atau sosial

 

Perhatikan teks eksplanasi berikut ini!

Tsunami berasal dari bahasa jepang dan terdiri dari 2 suku kata yaitu “tsu” (pelabuhan) dan “nami” (gelombang). Para ilmuwan biasa mengartikan dengan sebutan tidal wave (gelombang pasang) atau seismic sea waves (gelombang laut akibat gempa).

Tsunami merupakan gelombang laut yang datang secara tiba-tiba dengan kecepatan yang tinggi yang menuju kawasan pantai, disebabkan karena aktivitas gunung berapi atau gempa dibawah laut.

Saat gempa terjadi dan permukaan dasar laut naik turun di sepanjang patahan maka saat itulah tsunami terbentuk. Patahan itu menyebabkan keseimbangan air laut terganggu. Patahan yang besar akan menghasilkan gelombang yang besar juga.

Sesaat setelah gempa terjadi, air laut akan mengalami surut. Dan akan kembali ke daratan dalam bentuk gelombang besar (tsunami).

Tsunami juga terjadi karena letusan gunung berapi di dasar laut yang mengakibatkan tingginya pergerakan air laut atau perairan di dekatnya.

Tsunami memiliki kecepatan gelombang yang lebih besar daripada gelombang biasa. Bahkan sampai 700km/jam dan hampir sama dengan kecepatan pesawat.

Biasanya tinggi gelombang tsunami 50 – 100 meter dan menyebar ke semua arah. Ketinggian tsunami juga dipengaruhi oleh bentuk dan kedalaman pantai. Maka dari itu gempa bumi di dasar laut sangat memungkinkan untuk terjadinya tsunami.

Nyatanya, tsunami menjadi salah satu peristiwa alam yang sangat berbahaya bagi manusia karena bisa menyebabkan kerusakan besar bahkan bisa merenggut ribuan jiwa sekaligus apabila terjadi secara mendadak.

Maka dari itu kita wajib waspada setiap saat dan menyiapkan diri untuk menghadapi bencana alam tsunami. Walau tidak semua gempa dan letusan gunung berapi di dasar laut menyebabkan tsunami.

 

1.                  Meringkas Teks Eksplanasi

a.      Menentukan Gagasan Umum Teks Eksplanasi

Untuk meringkas teks eksplanasi kita perlu mengawalinya dengan memahami gagasan pokok (ide pokok) dari paragraf-paragrafnya. Berdasarkan gagasan umum itulah, kamu akan memadukannya menjadi teks baru yang lebih ringkas.

Perhatikanlah contoh-contoh berikut ini!

1.       Gempa bumi adalah suatu guncangan yang disebabkan oleh adanya suatu pergerakan lapisan batu bumi. Getaran ini berasal dari dasar permukaan bumi. Ada daerah-daerah tertentu yang sering mengalami guncangan gempa bumi. Daerah tersebut adalah daerah gunung berapi aktif dan daerah di sepanjang lautan luas.

2.        Gunung meletus terjadi disebabkan  oleh adanya endapan magma yang berada di perut bumi.Adanya gas di dalam perut bumi menyemburkannya dengan kekuatan yang besar.  Letusan gunung berapi adalah salah satu bencana alam yang sangat besar dan luar biasa. Gunung berapi tercipta dengan letusan-letusan yang hebat. Ada banyak sekali gunung aktif di Indonesia. Dafatar gunung berapi aktif diIndonesia di antaranya adalah tinggi Gunung Krakatau, gunung Merapi, Gunung Tambora, gunung Toba, , Gunung Kerinci, dan masih terdapat banyak lagi yang lain.

Bagian-bagian yang bergaris bawah pada teks di atas merupakan gagasan pokok dari paragraf-paragraf itu. Bagian tersebut dianggap sebagai dasar bagi pengembangan paragraf-paragraf itu.

 

b.      Langkah-langkah Meringkas Teks Eksplanasi

Meringkas yaitu menyajikan suatu karangan dalam bentuk yang ringkas. Saat meringkas, kita harus dapat menentukan ide pokok suatu karangan. Ide pokok itu disusun dalam sebuah tulisan singkat. Meringkas bertujun agar pembaca mudah memahami isi suatu karangan yang panjang itu.

Langkah-langkah meringkas teks eksplanasi sebagi berikut:

1.    Bacalah teks eksplanasi secara cermat.

2.     Tentukan ide pokok pada setiap paragraf.

3.    Gabungkan ide pokok paragraf tersebut menjadi kalimat yang singkat.

4.   Kalimat hasil ringkasan boleh menggunakan kata-kata sendiri tanpa mengubah makna asli teksnya.

 

4.   Menelaah Isi, struktur, dan kaidah kebahasaan Teks Eksplanasi

a.        Isi Teks Eksplanasi

Berdasarkan isinya, tampak bahwa teks eksplanasi menjelaskan suatu proses atau berupa rangkaian suatu fenomena ataupun kejadian, baik itu ynag bekaitan dengan alam, sosial, maupun budaya.

Pola pengembangan teks eksplanasi sebagai berikut:

1.      Kausalitas yaitu teks eksplanasi sebagai jawaban atas pertanyaan mengapa.

2.      Kronologis yaitu teks eksplanasi sebagai jawaban atas pertanyaan bagaimana.

Perhatikan cuplikan teks berikut ini!

 

          Pembentukan dan pengawetan suatu fosil mensyaratkan bahwa beberapa struktur terbenam dalam keadaan yang akan dapat memperlambat pembusukan. Fosil yang ditemukan biasanya tidak selalu utuh. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti aktivitas organisme pengurai, aktivitas geologis kulit bumi, pelalpukan cuaca dan air, dan dimakan oleh organsme lain. Fosil yang utuh dan lengkap biasanya terawetkan dalam salju atau karena termineralisasi. Fosil yang beupa jejak dapat merupakan tapak kaki, tangan, dan daun tumbuhan.

 

Cuplikan tersebut menjelaskan proses pembentukan dan pengawetan fosil. Berdasarkan pengembangannya, teks tersebut disusun dengan pola kausalitas. Hubungan antarkalimatnya menyatakan pola hubungan sebab akibat. Dengan demikian, cuplikan tersebut merupakan jawaban atas pertanyaan “Mengapa fosil itu bisa terawetkan?”

 

b.        Struktur Teks Eksplanasi

Struktur reks ekspanasi terdiri dari:

1.    Identifikasi fenomena

Yaitu mengidentifikasi sesuatu yang akan dijelaskan.

Contoh:

Qurban dan aqiqah dalam Islam adalah bentuk ibadah sunnah muakkadah berupa hewan yang disembelih dan dibagikan kepada orang lain. Hewan - hewan yang diperbolehkan untuk disembelih antara lain unta, kerbau, sapi atau kambing. Penyembelihan hewan qurban juga terjadi di desa tempat tinggal kami, yakni desa Padas, kecamatan Bungkal, kabupaten Ponorogo yang berupa dua ekor lembu.

2.    Penggambaran rangkaian kejadian

Sebagai rincian atas kejadian yang relevan dengan identifikasi fenomena. Bagian ini dapat disusun dengan pola kausalitas maupun kronologis.

Contoh:

1)    Faktanya, ketika terjadi gerhana bulan, sebenarnya terkadang penampakan bulan masih dapat terlihat. Hal ini disebabkan karena sinar matahari yang masih tersisa, berbelok menuju arah bulan oleh atmosfer bumi. Sinar matahari yang dibelokkan itu tentu memiliki spektrum cahaya kemerahan, yang merupakan alasan mengapa saat peristiwa gerhana bulan, tampilan bulan akan terlihat lebih gelap, biasanya berwarna merah gelap, jingga atau bahkan coklat. (kausalitas)

2)   Pada hari sebelumnya, yakni 9 Dzulhijah 1438 H, sebagian masyarakat di desa Padas melaksanakan puasa arafah dan pada tanggal 10 Dzulhijah 1438 H pagi harinya masyarakat di desa Padas berbondong – bondong pergi ke masjid untuk melaksanakan ibadah sholat Ied. Sedangkan pada tanggal 10, 11, 12, 13 Dzulhijah yang merupakan hari tasyrik, muslim diperbolehkan untuk berqurban namun dilarang melakukan ibadah puasa. (kronologis)

c.       Ulasan

Berupa komentar atau penilaian tentang konsekuensi atas kejadian yang dipaparkan sebelumnya.

Contoh:

Ketika bayangan bumi menutupi sebagian atau seluruh penampang bulan, maka pada saat itulah akan terjadi gerhana bulan. Terutama ketika bumi menempati posisi diantara matahari dan bulan dan berada pada satu garis lurus yang sama, yang kemudian membuat sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena dihalangi oleh posisi bumi saat itu.

 

c. Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

Kaidah kebahasaan teks eksplanasi sebagai berikut:

1.    Menggunakan konjungsi kausalitas, antara lain, sebab, karena, oleh sebab itu, oleh karena itu, sehingga.

Contoh:

Gerhana bulan merupakan salah satu fenomena alam yang sering kita jumpai. Peristiwa alam ini terjadi apabila bulan beroposisi dengan matahari. Namun, oposisi bulan dengan matahari tidak akan selamanya menghasilkan peristiwa gerhana bulan. Mengapa? Sebab kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar.

2.    Menggunakan konjungsi kronologis (hubungan waktu), seperti kemudian, lalu, setelah itu, pada akhirnya.

Contoh:

Magma atau caiaran pijar terbentuk didalam perut bumi karena didalamnya terdapat suhu yang sangat panas. Kemudian dengan adanya material-material, gas-gas tersebut dikirimkan. Sehingga gas-gas tersebut bersampur dengan magma. Pembentukan magma berada pada kedalaman sekitar 60 hingga 120 km dari  bawah permukaan bumi. Lalu disekeliling kawah terdapat sebuah magma yang mengandung gas. Dimana letak magma tersebut berada di bawah tekanan batu-batuan.

3.      Menggunakan kata benda yang merujuk pada jenis fenomena, bukannya pada kata ganti pncritanya. Kata ganti yang dimaksud misalnya, Kabupaten bandung, burung, gerhana, kesenian daerah, perkembangan budaya Papua.

4.      Di dalam teks itu pun sering dijumpai kata teknis atau peristilahan, sesuai dengan topik yang dibahasnya.

Contoh:

Pengertian dari sampah adalah suatu benda yang telah tidak dimanfaatkan lagi. Keberadaan dari sampah sangat mengganggu kesehatan masyarakat yang berada di sekitarnya. Jenis sampah di bagi menjadi 2 macam yaitu sampah organik dan sampah non-organik. Sampah organik adalah sampah yang bisa dengan mudah terurai oleh bakteri. Misalnya saja aneka sayuran, daun yang kering, serta berbagai makanan yang sudah bekas. Manfaat yang sangat berguna dari sampak organik yaitu sebagai pupuk kompos atau pupuk bagi tumbuhan. Sedangkan untuk sampah anorganik adalah jenis sampah yang sulit untuk diuraikan. Misalnya saja adalah plastik, botol kaleng dan jenisnya.

Kata-kata yang bergaris bawah di atas merupakan kata teknis bidang kebersihan.


5.      Menulis teks Eksplanasi

a. Pola-Pola Pengembangan Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi dapat disusun dengan berbagai pola, yaitu dengan pola kronologis dan kausalitas. Kedua pola itu dapat pula divariasikan penyusunanya. Kedua pola itu saling melengkapi. Di samping itu, mungkin pula hal itu terselingi dengan pola-pola lainnya. Seperti pola definisi, ilustrasi, dan umum-khusus. 

b.  Langkah-langkah Menulis Teks Eksposisi

Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses terjadinya peristiwa dengan sejelas-jelasnya. Dalam penyusunannya, teks eksplanasi umumnya berpola kronologis ataupun kausalitas. Secara umum teks eksplanasi dimulai dengan identifikasi fenomena, rangkaian argumen, dan diakhiri dengan ulasan/penyimpulan.

Langkah-langkah penyusunannya sebagai berikut:

a.         Menentukan topik atau suatu kejadian yang menarik, dikuasai, dan aktual.

b.         Menyusun kerangka teks, yakni dengan mengembangkan topik utama ke dalam rincian-rincian topik yang lebih spesifik. Topik-topik itu dapat disusun dengan urutan kronologis atau kausalitas.

Struktur Teks Eksplanasi

Rincian Topik

1)             Identifikasi fenomena (kejadian)

a)    ….

b)   ….

c)    …. Dst

2)             Proses kejadian

a)    ….

b)   ….

c)    …. Dst

3)              Ulasan

a)    ….

b)   ….

c)    …. Dst


c.      
Mengumpulkan bahan, berupa fakta atau pendapat para ahli terkait dengan kejadian yang dituliskan dari berbagai sumber, misalnya melalui observasi ataupun dengan studi literatur.

d.      Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi teks eksplanasi yang lengkap dan utuh dengan memperhatikan struktur bakunya: identifikasi fenomena/ejadian, dan ulasan. Perhatikan pula kaidah-kaidah kebahasaan yang berlaku pada teks eksplanasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pidato Bahasa Inggris tentang Islam sebagai Agama Rahmatan Lil 'Alamiin

Pidato Bahasa Inggris tentang Islam sebagai Agama Rahmatan Lil 'Alamiin Assalamu’alaikum wr.wb             (Ta’awudz, Basmalah, Alhamdulillah ….. Ammaba’du) Firstly let’s say Alhamdulillah to our god A llah SWT who has giving us some mercies and blessings, so we can attend in this happy place without any troubles and obstacles. Secondly, sholawat and pray always be given to our prophet M uhammad saw who has guided us from the darkness to the lightness. From the stupidity to the cleverness namely I slam. The honourable J uries The honourable Commitee of this event The honourable T eachers and all beloved friends and e specially all participants . Thank you for the time and chance given to me. Today, I would like to deliver my speech about  " Islam as Rahmatan lil’alamin Religion ” Ladies and gentlement Islam is religion which bring God’s mercies and prosperous for universe, include animals, plan...

Surat Pernyatan PPDB

Berdasarkan kebijakan terbaru dalam rangka Penerimaan Peserta Didik Baru di SMK Negeri saat ini mewajibkan calon peserta didik untuk melampirkan surat pernyataan. Berikut mimin share contohnya, semoga bermanfaat.... SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama                            : ............................ N I S N                        : ............................ Alamat                        : Jalan.  ............................ RT.  ....................  RW.  ................ ,   Kelurahan/ Desa  ............................ , Kecamatan  ............................ , Kab/Kota ...