KERJA SAMA INDONESIA DENGAN ASEAN
Kerja sama memiliki arti saling berhubungan; saling membuat jalinan kesepakatan; saling mendukung untuk kepentingan bersama yang saling menguntungkan. Kerja sama antarnegara kawasan Asia Tenggara sudah dilakukan sejak terbentuknya ASEAN, baik secara formal maupun non-formal. Ada beberapa bentuk kerja sama antar negara anggota ASEAN, diantaranya dalam bidang ekonomi, sosial budaya, dan pendidikan.
KERJA SAMA ASEAN BIDANG EKONOMI
Kerja sama ekonomi ditujukan untuk menghilangkan hambatan ekonomi dengan saling membuka perekonomian negara-negara anggota dalam menciptakan integritas ekonomi kawasan.
Kerja sama ekonomi tersebut mencakup sektor industri yang dilakukan melalui ASEAN Industrial Cooperation (AICO). Beberapa proyek industri yang dilakukan oleh ASEAN meliputi industri pupuk yang ada di Aceh-Indonesia dan Malaysia. Kemudian pabrik industri tembaga di Filipina, produksi vaksin di Singapura, dan abu soda di Thailand. Cadangan pangan beberapa negara ASEAN seperti Indonesia, Thailand, dan Vietnam terkenal sebagai lumbung padi ASEAN.
Hingga kini negara tersebut berkomitmen dalam penyediaan cadangan pangan bagi negara-negara anggota ASEAN. Sesuai dengan kesepakatan ASEAN, program kerja sama bidang pangan cukup penting. Untuk itu beberapa negara anggota ASEAN telah mempersiapkan diri untuk menjadi penyedia cadangan pangan dalam keadaan darurat, seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Singapura.
Bentuk kerja sama bidang ekonomi lainnya yaitu kawasan perdagangan bebas. Kawasan ini disebut dengan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Bentuk kerja sama negara-negara ASEAN dalam pengelolaan sektor produksi-produksi lokal yang ada di seluruh negara ASEAN. Keberadaan AFTA juga untuk meningkatkan daya saing negara ASEAN di pasar dunia.
AFTA juga memberlakukan Tarif Efektif Bersama (common effective preferential tarif) antara 5-10 persen atas dasar produk per produk, baik ekspor maupun impor. Hal ini untuk menghilangkan kendala perdagangan di antara negara-negara ASEAN.
Selain tiga sektor penting di atas, kerja sama lain yang juga dilakukan antar negara ASEAN adalah kerja sama sektor jasa yang meliputi sektor transportasi dan telekomunikasi, pariwisata, dan keuangan. Saat ini, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang sedang diperhatikan sebagai penopang ekonomi dalam negeri.
Berikut beberapa dokumentasi kegiatan penguatan kerja sama ASEAN dalam bidang ekonomi:
Bank Indonesia Dukung Pertumbuhan dan Stabilitas ASEAN
Pertemuan dilaksanakan di Chiang Rai, Thailand pada tanggal 5 April 2019
Pertemuan antara Presiden Indonesia, Joko Widodo dan Presiden Vietnam, Truong Tan Sang di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi di APEC (Beijing) pada November 2014, dua pemimpin sepakat meningkatkan nilai perdagangan bilateral mencapai 10 miliar USD
Kadin-Indonesia : Forum bisnis dengan Vietnam yang dipimpin Presiden Vietnam di Jakarta pada Juni 2013 untuk memperkuat kerja sama investasi antara dua negara
VCCI berkoordinasi dengan Kedubes Indonesia di Vietnam dan Badan Koordinasi Pemanaman Modal Indonesia (BKPM) mengadakan Forum investasi dan perdagangan Vietnam – Indonesia pada April 2013.
KERJA SAMA BIDANG SOSIAL BUDAYA
Kerja sama bidang sosial dan budaya ditandai dengan ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC) Blueprint 2025 atau Cetak Biru Komunitas Sosial-Budaya ASEAN 2025. Merupakan komitmen negara-negara ASEAN untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya melalui kegiatan kerja sama yang berorientasi pada orang, ramah lingkungan, dan diarahkan untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan. ASCC membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, diantaranya yaitu:
Seni dan Budaya
Sektor seni dan budaya ASEAN berkomitmen terhadap kemajuan budaya di masing-masing negara ASEAN. Kemajuan budaya sebagai salah satu fondasi dinamika dan membangun keharmonisan di antara masyarakat ASEAN.
Rencana strategis untuk seni dan budaya ASEAN 2016-2025 bertujuan untuk memperdalam pola pikir dan memfasilitasi dialog antar budaya diantara negara-negara ASEAN. Adapun rencana strategis lainnya adalah:
- Mendorong masyarakat untuk meningkatkan rasa apresiasi serta kepemilikan terhadap sejarah, budaya, seni, tradisi, dan nilai-nilai komunitas ASEAN.
- Mempromosikan keanekaragaman budaya ASEAN.
- Memajukan hak-hak budaya bangsa ASEAN untuk pembangunan kawasan.
- Memanfaatkan kontribusi industri kreatif terhadap inovasi untuk mendukung pembangunan ekonomi di negara ASEAN.
- Meningkatkan kemampuan dalam menajemen budaya dan warisan melalui pemberian fasilitas diskusi antara pembuat kebijakan, profesional, praktisi, serta lembaga seni dan budaya.
Olahraga
Pembentukan badan sektoral ASEAN tentang olahraga pertama kali diusulkan pada KTT ASEAN ke-16 di Vietnam pada April 2010. Hal ini untuk mempromosikan kerja sama yang lebih aktif dalam olahraga di ASEAN. Diakui ASEAN, olahraga menjadi salah satu instrumen paling efektif dalam membawa interaksi yang lebih besar bagi negara-negara ASEAN. South East Asian Games atau SEA Games menjadi perayaan olahraga bagi negara-negara ASEAN yang diadakan setiap dua tahun sekali.
Sebelum memiliki nama SEA Games disebut South Asian Peninsular Games (SEAP Games) pada tahun 1959-1975. Penggunaan nama SEA Games akhirnya digunakan untuk pertama kalinya pada perayaan olahraga ASEAN ke-9 atau tahun 1977. Saat ini sebanyak 11 negara berpartisipasi dalam SEA Games yang baru saja berlangsung di Filipina.
Kesehatan
Negara-negara kawasan ASEAN mengalami pertumbuhan demografis, epidemologis, dan sosial-ekonomi yang cepat. Bersamaan dengan itu menimbulkan banyak ancaman dan tantangan bagi kesehatan publik. Sebagai komunitas ASEAN, negara-negara anggota berupaya membentuk sistem kesehatan nasional yang bertujuan untuk melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat negara ASEAN. Sejak didirikan pada 1980, kerja sama kesehatan ASEAN telah melakukan banyak hal dalam melindungi kesehatan dari kondisi darurat, seperti SARS, HPAI, H5N1, MERS-CoV, pandemi H1N1 2009, virus Ebola, dan viorus Zika.
Program Kerja Klaster Kesehatan ASEAN Klaster Kesehatan ASEAN:
· Mempromosikan gaya hidup sehat Klaster Kesehatan ASEAN
· Menanggapi semua bahaya dan ancaman yang muncul ASEAN Health Cluster
· Memperkuat sistem kesehatan dan akses ke perawatan Klaster Kesehatan ASEAN
· Memastikan keamanan pangan
Hak-Hak Wanita, Kesetaraan Gender
Hak-hak wanita dan masalah kesetaraan gender juga merupakan bahasan pokok dari kerja sama ASEAN di bidang sosial budaya ini. Hal-hal yang dilakukan dalam sub kategori ini adalah menyusun gender mainstreaming strategi sebagai pilar ASCC dan selalu diadakan laporan mengenai hak-hak wanita dan kesetaraan gender.
Hak-Hak Anak, Kesejahteraan Sosial, Perkembangan Kelompok yang Kurang Beruntung
Beberapa hal yang dilakukan untuk mewujudkan hak-hak anak, kesejahteraan sosial dan perkembangan kelompok yang kurang beruntung adalah dengan mengadakan konferensi tingkat tinggi untuk membahas perlindungan sosial, diadakannya studi mengenai sistem perlindungan anak di ASEAN, diadakannya studi status partisipasi anak pada ASEAN dan negara-negara anggota, dan juga adanya diskusi mengenai penghapusan kekerasan terhadap anak-anak.
Pengurangan Kemiskinan dan Perkembanganan Pedesaan
Untuk mengurangi kemiskinan dan mengembangkan potensi perkembangan pada daerah pedesaan adalah dengan adanya studi regional dalam sosial enterpreneurship di ASEAN, adanya studi mengenai keamanan makanan dan harga-harga yang melonjak (khususnya pada kebijakan sosial perlindungan bagi warga miskin) dan juga adanya ASEAN multi-dimensional poverty index (MPI) untuk memantau kuantitas dari warga miskin dan pencarian solusi terhadapnya.
Buruh
Untuk melindungi buruh dan peningkatan kesejahteraanya, ASEAN memiliki beberapa instrumen untuk perlindungan dan meningkatkan hak-hak pekerja, mengupayakan perubahan stasus pekerja infomal menjadi pekerja formal dengan jenjang karir yang jelas, diadakannya studi mengenai pekerja wanita pada integrasi ekonomi ASEAN dan diadakannya program yang bernama ASEAN-ILO.
Permasalahan Jasa Sipil
Para pemimpin ASEAN juga sudah mendeklarasikan hal-hal yang berkaitan dengan peran jasa warga sipil dalam pencapaian tujuan visi ASEAN di tahun 2025. Dengan demikian, sektor ini merupakan salah satu sektor yang paling penting dalam salah satu pencapaian target jangka panjang ASEAN. Selain itu juga adanya Forum Regional mengenai inovasi-inovasi dalam hal-hal yang berkaitan dengan hal ini.
Lingkungan
Lingkungan adalah bagian yang tidak kalah penting, karena sangat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari dan segala jenis aktivitas yang berkaitan dengannya kebanyakan berisi rencana jangka panjang. Beberapa tahapan yang dilakukan untuk perlindungan lingkungan adalah adanya ASEAN-EU proyek mengenai konservasi biodiversity dan juga management wilayah yang dilindungi negara yang bernama BCAMP, adanya laporan berkala mengenai perlindungan lingkungan. ASEAN juga turut serta dalam mensosialisasikan perubahan iklim dan juga bagaimana penanganan bahan-bahan kimia dan juga polusi yang ada, serta masih banyak lagi aktivitas untuk perlindungan lingkungan yang lainnya.
Management Bencana Alam dan Bantuan Humanisme
ASEAN memberikan instruksi dan petunjuk secara jelas dalam perlindungan sosial ketika adanya situasi gawat darurat dan juga pada masa-masa recovery. Selain itu, program yang ada dalam sub sektor ini adalah untuk memberikan konferensi regional pada keamanan sekolah dari sisi penanggulangan bencana. ASEAN juga mengadakan simposium yang bernama APEC Climate Center (APCC) – untuk management bencana alam dan juga adanya hari ASEAN khusus untuk peringatan penanggualan dan managemen bencana.
Berikut beberapa dokumentasi kegiatan penguatan kerja sama ASEAN dalam bidang sosial budaya:
Menteri Kebudayaan Se-ASEAN Bicarakan Strategi Pembangunan Kebudayaan
Pertemuan ke-42 Senior Transport Officers Meeting (ASEAN STOM) dan Pertemuan ke-22 ASEAN Transport Ministerial (ATM) Meeting pada tanggal 14 s.d. 16 November 2016 bertempat di the Philippine International Convention Center (PICC), Manila, Filipina.
Pertemuan Pejabat Tinggi Kesehatan ASEAN (Preparatory Meeting Senior Officials Meeting/PrepSOM) memuji peran aktif Indonesia dalam kerja sama kesehatan di kawasan, khususnya untuk pencapaian Program Kerja ASEAN Post-2015 Health Development Agenda.
KERJA SAMA BIDANG PENDIDIKAN
Beberapa gerakan nyata yang dilakukan ASEAN dalam menjalin hubungan di bidang pendidikan diantaranya :
- Dibentuknya The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) tanggal 30 November 1965. Sedangkan kerja sama pendidikan dalam kerangka ASEAN dilakukan oleh ASEAN Committee on Social Development (COSD), yang kemudian diubah menjadi ASEAN Sub-Committee on Education (ASCOE), dan diubah lagi menjadi ASEAN Committee on Education (mempergunakan akronim yang sama: ASCOE) pada sidang ke-9 ASCOE di Vientiane, Laos, 26 – 27 September 2001.
- Pensinkronisasian standar ijasah antar negara anggota ASEAN.
- Peningkatan ilmu pengetahuan kalangan pemuda ASEAN dalam proses integrasi regional.
- Pembentukan kelompok peneliti antar negara.
- Pertukaran pelajar antar negara anggota.
- Peningkatan kualitas sumber daya manusia negara anggota ASEAN agar mampu bersaing baik di tingkat regional maupun internasional.
- Pembentukan kurikulum sekolah di negara–negara ASEAN yang berprinsipkan demokrasi, berorientasi pada perdamaian, serta menghargai HAM.
- Pembentukan ASEAN University Network (AUN) yang merupakan jaringan kerja sama antar universitas terkemuka di ASEAN. AUN dibentuk dengan tujuan memajukan sumber daya manusia, khususnya dengan memperkuat jaringan kerja sama antar universitas dan lembaga pendidikan di ASEAN.
- Penawaran Beasiswa Pendidikan. Indonesia memberikan beasiswa pendidikan kedokteran, bahasa dan seni kepada pelajar negara-negara anggota ASEAN dan kawasan negara berkembang.
Berikut beberapa dokumentasi kegiatan penguatan kerja sama ASEAN dalam bidang pendidikan:
Peningkatan Kemampuan dalam Kualitas Pendidikan dan Pelatihan guna Mendorong Pendidikan Seumur Hidup di wilayah ASEAN
Konferensi Internasional ke-3 Tahun 2019 membahas Pendidikan anak berkebutuhan khusus
Kerja sama pendidikan dan pelatihan negara-negara di ASEAN










Komentar
Posting Komentar