MAKAM RADEN ADIPATI MANGKUPROJO
A. Sejarah Makam Raden Adipati Mangkuprojo
Makam Raden Adipati Mangkuprojo berada di puncak bukit cukup tinggi di Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen atau berada pada titik koordinat -7.5858, 109.52026. Nama Adipati Mangkuprojo erat kaitannya dengan keberadaan Masjid Saka Tunggal yang lokasinya berjarak sekitar 300 meter di sebelah selatan kaki bukit.
Sebuah sumber menyebutkan bahwa Adipati Mangkuprojo adalah Wrongko Dalem Keraton Kartosuro yang gigih melawan penjajah dan pernah bergerilya di daerah Pekuncen. Beliau wafat pada 1719 dan dimakamkan di Pekuncen sesuai wasiatnya. Pada peringatan 1000 hari wafat beliau, didirikanlah Masjid Saka Tunggal, yang tiangnya dibawa dari Kartasura.
B. Kondisi Makam Raden Adipati Mangkuprojo
Pemandangan menuju makam Raden Adipati Mangkuprojo
Ada beberapa segmen undakan dengan jeda lantai datar pendek sebelum masuk ke undakan menanjak yang berikutnya lagi. Meskipun pepohonan di kiri kanan undakan masih muda sehingga belum rimbun, namun cukup membantu meneduhi jalan.
Ujung atas undakan ini mentok pada lereng beton semen yang cukup tinggi, dan lalu belok ke kiri menaiki sejumlah undakan yang lebih mendatar. Jumlah anak tangga yang ke atas ada 152 buah dan ada lagi 15 anak tangga yang mengarah ke kiri.
Umumnya, jika ada dua orang atau lebih berjalan mendaki anak tangga semacam ke makam Adipati Mangkuprojo Pekuncen ini secara bersamaan, dan masing-masing menghitung sendiri berapa banyak jumlah anak tangga yang mereka tapaki, maka ketika telah sampai di puncak setiap orang akan menyebut angka yang berbeda-beda, meski selisihnya tidak banyak.
Tebing beton semen yang cukup tinggi ada di sebelah kanan kompleks Makam Adipati Mangkuprojo Pekuncen Sempor itu. Lintasan menanjak yang lumayan landai dengan sejumlah undakan pendek yang menanjak lurus ke atas dan lalu berbelok ke kiri.
Hanya ada satu penanda kubur pada makam-makam itu, yaitu "Ngabehi Mangkurejo". Raden Ngabehi merupakan gelar kebangsawanan di Jawa dengan tingkatan paling rendah. Di atasnya adalah Raden Wedana, lalu Raden Tumenggung dan paling tinggi tingkatannya adalah Kanjeng Pangeran Haryo.
Ada beberapa makam yang terlihat sudah sangat tua yang berada di area terbuka di kompleks makam. Namun tak ada tengara nama dalam makam tersebut. Jika bukan makam anak keturunan dan kerabat Adipati Mangkuprojo atau abdi dari Raden Adipati Mangkuprojo, boleh jadi merupakan makam penduduk sekitar.
Serambi Makam Adipati Mangkuprojo memiliki atap rendah dan disangga pilar-pilar. Akses ke dalam makam berdaun pintu kembar itu digembok. Pada dinding menempel keramik hitam bertulis warna emas, berbunyi: "Makam Eyang KR Adipati Mangkuprodjo, Pekuncen, Gombong. Pemugaran diresmikan pada tanggal 7 Oktober 1993 oleh Ahliwaris Putrawayah".
Lewat lubang sempit pada tembok terlihat bahwa ruangan di dalamnya miskin cahaya, sehingga tak bisa mengintip isi cungkup. Sebuah situs web menyebutkan bahwa pada zaman Keraton Kartasura ada pemuda Banyumas yang mengalahkan musuh kerajaan. Ia mendapat hadiah putri Amangkurat Mas II dan anugerah pangkat patih ndalem Keraton Kartasura bergelar Adipati Mangkuprojo. Jika pemuda yang disebut dalam cerita di atas adalah orang yang sama yang kemudian dimakamkan di atas bukit ini, maka mestinya ada kisah lebih lanjut mengapa orang Banyumas sampai berada di Pekuncen, Kebumen dan dimakamkan di sana. Jarak antara Banyumas dan Gombong memang tidak begitu jauh, dan sangat lazim orang berpindah tempat karena berbagai alasan dan sebab.
Selalu ada kemungkinan adanya makam keturunan raja di tempat seperti ini, oleh karena seringnya terjadi kisruh di kota raja sebagai akibat terjadi perebutan kekuasaan, yang membuat banyak keturunan raja akhirnya memilih menyingkir ke tempat terpencil dan hidup sebagai orang biasa.
Untuk mendukung laporan pengamatan ini berikut kami sajikan beberapa galeri foto makam Adipati Mangkuprojo dan penjelasan singkatnya:
Gambar 1.
Tebing beton semen sebagai pondasi komplek makam
Gambar 2.
Serambi makam Raden Adipati Mangkupraja
Gambar 3.
Deret makam pada cungkup sebelah kiri
Gambar 4.
Deret makam pada serambi
Terdapat ornamen bunga melati pada tugu tembok menandai status keningratan penghuni makam. Dua diantara kubur tua terlihat di sana. Adanya alang-alang yang tinggi menandai bahwa kompleks kubur ini sudah agak lama tidak dibersihkan. Tembok di sebelah kanan adalah bagian dari sebuah blok makam.
Gambar 5.
Nisan di sekitar makam Raden Adipati Mangkuprojo






Komentar
Posting Komentar