A.
RENANG
1.
Pengertian Renang
Dalam wiktionary bahasa Inggris, definisi
renang adalah “The activity of moving oneself through water using one’s
arms and legs while buoyed up by the water, carried out by humans for
amusement, exercise, sport or entertainment”. Renang artinya adalah
aktivitas menggerakan diri melalui air menggunakan lengan dan kaki sambil
ditopang, renang dilakukan manusia untuk kesenangan, latihan, olahraga atau
hiburan.
·
Menurut Ama Abdoelah (1981), Pengertian
renang adalah suatu jenis olahraga yang dilakukan di air, baik di air tawar
maupun air asin atau laut.
·
Menurut Budiningsih (2010), Renang
adalah salah satu olahraga air yang dilakukan dengan menggerakkan badan di air,
seperti menggunakan kaki dan tangan sehingga tubuh terapung di permukaan air.
2.
Sejarah Renang
Renang telah dikenal sejak berabad-abad yang
lalu, bahkan sebelum manusia mengenal tulisan. Temuan lukisan tentang perenang
pada sebuah dinding batu di dalam gua adalah bukti adanya aktivitas berenang di
masa lalu.
Sebagai sebuah cabang olahraga, renang mulai
dikenal pada abad ke-19 di London, Inggris. Pada tahun 1837, hanya ada enam
buah kolam renang di kota. Sejak itu, renang semakin populer. Bahkan, pada
tahun 1869, muncullah beberapa asosiasi olahraga renang.
Renang kemudian semakin dikenal dunia sehingga
pada tahun 1896, renang resmi menjadi salah satu cabang olahraga yang
dipertandingkan di Olimpiade modern yang diselenggarakan di Athena, Yunani.
Di Indonesia, kepopuleran renang diawali di
Kota Bandung, yaitu dengan dibangunnya kolam renang Cihampelas pada tahun 1904.
Setelah itu, kolam renang pun dibangun di beberapa kota besar di Indonesia,
seperti Jakarta dan Surabaya.
Perkembangan olahraga renang di Indonesia
selanjutnya ditandai dengan lahirnya berbagai perkumpulan renang, seperti
Bandungsche Zwembond atau Perserikatan Renang Bandung pada tahun 1917.
Organisasi ini membawahi tujuh perkumpulan renang.
Bandungsche Zwembond rupanya menginspirasi
terbentuknya perkumpulan serupa di tingkat yang lebih tinggi. Di Jawa Barat,
ada West Java Zwembond yang lahir pada tahun 1918, sementara di Jawa Timur
didirikan Oost Java Zwembond pada tahun 1927.
Berdirinya perkumpulan renang tersebut
membuahkan hasil. Di ajang Far Eastern Games (Olimpiade Timur Jauh) yang diselenggarakan
pada tahun 1934 di Manila, Filipina, dua orang peloncat indah dari Hindia
Belanda sukses mengukir prestasi sebagai juara pertama dan kedua.
3.
Teknik Dasar
Renang
Ada banyak gaya berenang yang dikenal saat ini.
Akan tetapi, sebelum mempelajari berbagai macam gaya berengang, ada beberapa
teknik dasar yang perlu Anda kuasai, yaitu pernapasan, mengapung, dan meluncur.
a.
Teknik
Pernapasan
Kemampuan mengatur napas adalah kunci
keberhasilan seorang perenang. Untuk melatihnya, berdirilah di tepi kolam dengan
rendah dan wajah berada di atas permukaan air. Tarik napas melalui mulut,
tahanlah selama beberapa saat. Masukkan kepala ke dalam air, lalu embuskan
napas melaui hidung.
Latihan pernapasan ini sebaiknya Anda lakukan
sebanyak 10 hingga 15 kali setiap selesai melakukan gerakan atau latihan.
Ulangi latihan tersebut secara rutin sampai Anda menemukan irama sendiri.
b.
Teknik
Mengapung
Kunci untuk belajar mengapung atau mengambang
adalah tubuh harus rileks dan tidak panik. Ada dua posisi mengapung yang perlu Anda
kuasai, yaitu mengambang dalam posisi telentang dan mengambang berdiri.
Untuk mengapung telentang, berdirilah dengan
kaki menginjak dasar kolam dan kepala menghadap ke atas. Pegang tepi kolam,
tarik badan ke belakang secara perlahan dengan posisi tangan lurus sampai
telinga terendam air. Lakukan 10–15 kali sampai Anda menemukan posisi seimbang
yang pas.
Teknik mengapung berdiri dilakukan dengan
menyelam ke dalam air sambil tangan tetap berpegangan pada tepi kolam. Tarik
napas dalam-dalam dan tahan, lalu dorong badan Anda menjauhi kolam sambil
menggerakkan kaki seperti saat berenang gaya dada dan tangan seperti ayam
mengepakkan sayap.
c.
Teknik Meluncur
Meluncur adalah menggerakkan tubuh secara
horizontal di bawah permukaan air. Untuk melakukannya, turunlah ke kolam yang
dangkal dan berdirilah dengan membelakangi dinding kolam. Tempelkan salah satu
telapak kaki ke dinding tepi kolam dengan jari-jari ke arah bawah sebagai
tolakan untuk meluncur.
Doronglah badan menggunakan kaki tersebut dan
meluncurlah sejauh mungkin dengan kedua tangan lurus sejajar ke arah depan.
Usahakan agar posisi kepala masuk ke dalam air sehingga telinga sejajar dengan
lengan. Lakukan latihan ini sebanyak 10 hingga 15 kali sampai Anda menemukan
keseimbangan.
4. Gaya Renang
Berenang dapat dilakukan dengan beberapa macam
gaya, di antaranya gaya katak, gaya dada, gaya bebas, dan gaya kupu-kupu.
Berikut ini penjelasan mengenai gaya berenang menurut Federasi Renang
Internasional.
a.
Gaya Katak
(Gaya Dada)
Gaya berenang yang satu ini dinamakan gaya
katak karena gerakannya persis seperti gerakan katak saat berenang. Gaya katak
atau gaya dada adalah gaya berenang yang sangat populer untuk renang rekreasi,
tetapi juga sering digunakan oleh para atlet dalam berlomba.
Dalam gaya dada, tubuh diposisikan secara
stabil seperti merangkak di permukaan air, dikombinasikan dengan gerakan kaki
dan tangan. Tangan dan kaki berada di dalam air, sedangkan kepala digerakkan
naik turun dari dalam ke permukaan air sehingga Anda dapat melihat ke depan
ketika berenang.
Meskipun sama-sama menghadap ke arah permukaan
air, gaya katak berbeda dengan gaya bebas. Pada gaya katak, tubuh selalu dalam
keadaan tetap. Bernapas dapat Anda lakukan saat mulut sedang berada di atas
permukaan air dalam waktu lama.
Kaki dan tangan digerakkan secara bergantian.
Pada saat kaki bergerak menendang ke arah luar, kedua belah tangan diposisikan
lurus ke depan. Sebaliknya, pada saat kaki dalam posisi lurus, kedua tangan
digerakkan seperti sedang membelah air sehingga badan tertarik ke arah depan.
b.
Gaya Bebas
Sesuai namanya, gaya bebas tidak terikat pada
teknik atau aturan dasar tertentu. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya
bebas akan membuat tubuh Anda melaju lebih cepat karena dapat dilakukan dengan
beraneka ragam gerakan dalam berenang.
Gaya bebas ini sering dilakukan baik oleh para
pemula maupun perenang profesional. Renang gaya bebas dilakukan dengan
menelungkup, yaitu posisi badan dan wajah menghadap permukaan air, lalu kaki
dan tangan bergerak untuk menarik dan menendang air.
Tangan digerakkan bergantian dengan gerakan
seperti mengayuh, sedangkan kaki digerakkan ke atas dan ke bawah. Untuk
mengambil napas, Anda dapat menoleh ke arah kanan atau kiri di atas permukaan
air. Lakukan saat lengan digerakkan keluar dari air sehingga posisi tubuh
menjadi miring.
c.
Gaya Punggung
Gaya ini dinamakan gaya punggung karena posisi
punggung menghadap ke permukaan air atau tubuh telentang. Posisi ini memudahkan
Anda untuk bernapas dan membuka mata, tetapi sulit menentukan arah gerakan
tubuh.
Gaya punggung merupakan gaya renang tertua
setelah gaya bebas dan diperlombakan pertama kali di Olimpiade Paris pada tahun
1900. Gaya punggung tidak diawali dari atas balok start, tetapi
dari dalam kolam dengan tangan berpegangan, lutut ditekuk, dan telapak kaki
bertumpu ke dinding kolam.
Pada gaya punggung, kaki bergerak lebih aktif
ke arah atas dan pergelangan kaki harus dijaga agar selalu lentur, tidak kaku.
Gerakan tangan pada gaya punggung hampir sama dengan gaya bebas, yaitu
digerakkan menuju pinggang seperti sedang mengayuh.
d.
Gaya Kupu-Kupu
Gaya kupu-kupu diciptakan pada tahun 1933 dan
merupakan hasil pengembangan dari gaya dada. Gaya renang paling baru ini
termasuk cukup sulit dipelajari. Selain itu, untuk berenang dengan gaya
kupu-kupu, Anda harus memiliki tenaga yang cukup kuat.
Pada gaya kupu-kupu, kedua lengan bergerak
bersamaan dengan cara membentang, lalu mengepak untuk mengayuh ke depan.
Gerakan menyerupai gerakan sayap kupu-kupu ini membutuhkan tenaga besar dan
koordinasi yang baik.
Gaya kupu-kupu sering disebut juga gaya
lumba-lumba. Posisi badan harus menghadap ke arah permukaan air, lalu kedua
lengan ditekan ke bawah secara bersamaan, lalu digerakkan ke arah luar sebelum
diayunkan ke depan.
Sementara itu, kedua kaki menendang ke atas dan
ke bawah secara bersamaan, seprti gerakan sirip lumba-lumba. Pernapasan
dilakukan melalui mulut pada saat kepala berada di luar air. Sebelum kepala
muncul ke permukaan air, udara diembuskan secara kuat dari hidung dan mulut.
5. Sarana dan Prasarana Olahraga Renang
Kegiatan renang, baik saat Anda baru berlatih,
sebagai rekreasi, maupun ketika mengikuti lomba, membutuhkan beberapa peralatan
sebagai berikut.
1.
Pakaian Renang
Pakaian
renang wajib digunakan baik oleh para pemula ketika berlatih renang maupun para
atlet ketika berlomba.
2.
Pelampung
Pelampung
ada yang berbentuk papan, ada juga yang bentuknya seperti ban. Fungsi papan
pelampung adalah untuk berlatih meluncur di atas air, sedangkan pelampung
berbentuk ban berguna untuk berlatih mengambang.
3.
Kacamata Renang
Kacamata
renang berfungsi untuk melindungi mata Anda agar tidak terkena air ketika
berenang. Sementara itu, untuk perlombaan berenang, sarana dan prasarana yang
disiapkan harus memenuhi ketentuan internasional sebagai berikut.
4.
Kolam Renang
Kolam
renang untuk perlombaan harus memiliki panjang 50 meter untuk lintasan panjang
dan 25 meter untuk lintasan pendek. Adapun kedalaman kolam renang adalah 1,35
meter, mulai 1 meter pertama sampai minimal 0,6 meter dari dinding kolam yang
dilengkapi balok start.
5.
Lintasan
Setiap
lintasan kolam renang memiliki lebar minimal 2,5 meter dengan jarak tepi
sekitar 0,2 meter di luar lintasan pertama dan terakhir. Lintasan dibatasi oleh
tali yang panjangnya sama dengan panjang lintasan dan terbuat dari pelampung
berukuran kecil yang diikat pada seutas tali.
Pelampung
pada tali lintasan dapat berputar jika terkena gelombang dan memiliki warna
berbeda sesuai nomor lintasan. Pelampung berwarna hijau digunakan untuk
lintasan nomor 1 dan 8, biru untuk lintasan nomor 2,3, 6, dan 7, sedangkan
warna kuning dipakai untuk lintasan 4 dan 5.
6.
Pecatat Waktu
Pada
perlombaan renang berskala internasional, digunakan papan sentuh untuk mencatat
waktu secara otomatis yang diletakkan di kedua sisi kolam renang. Perenang
harus menyentuh papan yang memiliki ketebalan 1 cm tersebut ketika berbalik dan
saat mencapai finish.
7.
Balok Start
Balok start adalah
tempat perenang bersiap memulai pertandingan dengan ukuran 0,5 x 0,5 meter
dengan tinggi antara 0,5 hingga 0,75 meter dari permukaan air. Bagian atas
balok dilapisi bahan anti-licin untuk mencegah perenang terpeleset dan memiliki
kemiringan tidak lebih dari 10 derajat.
Balok
ini dilengkapi pengeras suara untuk membunyikan tembakan pistol sebagai tanda
pertandingan dimulai. Selain itu, balok start juga memiliki
sensor waktu untuk mencatat waktu ketika perenang mulai meloncat dari balok.
6.
Peraturan Olahraga
Renang
Dalam sebuah perlombaan renang, terdapat
aturan-aturan yang wajib ditaati para perenang dan jika dilanggar, perenang
yang bersangkutan akan mendapatkan sanksi. Peraturan renang yang berlaku saat
ini adalah sebagai berikut.
·
Saat perlombaan akan dimulai, wasit start meniup
peluit panjang sebagai aba-aba bagi para perenang untuk naik ke balok start
(untuk gaya dada, bebas, dan kupu-kupu) atau bersiap di dalam air dengan badan
menghadap dinding kolam (untuk gaya punggung).
·
Perenang harus berada dalam posisi start setelah
wasit start memberikan aba-aba “siap”. Start dianggap tidak
sah jika ada peserta yang melompat lebih dahulu sebelum ada aba-aba.
·
Posisi start untuk nomor
renang yang dimulai dari atas balok start adalah badan
membungkuk kea rah air dengan lutut sedikit ditekuk. Untuk gaya punggung,
perenang memegang pegangan besi pada balok start dan kaki bertumpu pada dinding
kolam dengan lutut ditekuk di antara dua lengan.
·
Perenang boleh mulai melompat ketika pistol
start sudah ditembakkan.
·
Perenang harus tetap berada pada lintasannya
masing-masing sesuai hasil undian atau keputusan panitia lomba.
·
Perenang tidak boleh mengganggu peserta lain
dengan cara memotong lintasan atau cara lain yang menyebabkan pelanggaran.
·
Jika pelanggaran mengancam kesempatan seorang
peserta untuk menang, ketua pertandingan berkuasa untuk mengizinkan peserta
tersebut mengikuti lomba kembali pada babak berikutnya.
·
Untuk semua nomor pertandingan, perenang harus
menyentuh ujung kolam saat berbalik. Pembalikan harus dilakukan dari dinding
dan perenang tidak boleh mengambil langkah dari dasar kolam.
·
Berdiri di dasar kolam ketika perlombaan
berlangsung tidak akan menyebabkan peserta mengalami diskualifikasi, kecuali
jika berjalan.
·
Peserta yang berenang sendiri saja harus
menyelesaikan seluruh jarak renangnya lebih dahulu sebelum dinyatakan menang.
·
Untuk lomba renang estafet, urutan gayanya
adalah gaya punggung, gaya dada, gaya kupu-kupu, lalu gaya bebas.
·
Pada lomba renang estafet, sebuah regu dapat
didiskualifikasi jika ada perenang yang kakinya terlepas dari tempat start sebelum
peserta terdahulu menyentung dinding kolam, kecuali jika perenang yang
melakukan kesalahan tersebut kembali ke tempat start atau
cukup pada dinding.
·
Setiap peserta lomba harus menyelesaikan
perlombaan di lintasan yang sama.
7.
Nomor
Perlombaan Renang
Lomba renang terdiri dari beberapa nomor
perlombaan yang ditentukan berdasarkan jarak tempuh dan jenis kelamin. Untuk
lomba renang di ajang olimpiade, nomor renang putra dan putri terdiri dari:
· Gaya bebas : 50 m, 100 cm, 200 m, 400 m, 800 m (putri), 1.500 m (putra)
·
Gaya kupu-kupu :
100 m, 200 m
·
Gaya punggung :
50 m, 100 m, 200 m
·
Gaya dada :
100 m, 200 m
·
Gaya ganti perorangan : 100 m, 200 m, 400 m
·
Gaya ganti estafet : 4 x 100 m
·
Gaya bebas estafet : 4 x 100 m, 4 x 200 m
·
Maraton :
10 km.
8.
Manfaat Renang
Aktivitas berenang dapat dilakukan sebagai
kegiatan rekreasi, hobi, atau olahraga. Jika dilakukan secara rutin, berenang
akan memberikan banyak manfaat untuk tubuh, baik secara fisik maupun psikis.
Berikut ini adalah beberapa manfaat yang dapat Anda peroleh dengan berenang.
1.
Menghilangkan Stres
Selain
meningkatkan energi tubuh, berenang membuat tubuh dan pikiran menjadi rileks.
2.
Meningkatkan Stamina Tubuh
Berenang
secara rutin akan membuat stamina tubuh meningkat dan daya tahan jantung pun
menjadi lebih baik. Selain itu, orang yang rajin berenang lebih mudah sembuh
saat mengalami cedera otot.
3.
Meringankan Sakit dan Nyeri
Aktivitas
berenang membuat tidak membuat jaringan ikat dalam tubuh menjadi tegang
sehingga olahraga ini sangat baik dilakukan oleh orang yang memiliki
keterbatasan fisik. Berenang juga berguna untuk meringankan sakit dan nyeri
pada penderita sakit punggung kronis, artritis, dan osteoporosis.
4.
Baik untuk Ibu Hamil
Renang
adalah salah satu jenis olahraga yang boleh dilakukan, bahkan disarankan untuk
ibu hamil, selama kehamilannya sehat dan normal. Berenang membuat otot perut
dan otot bahu ibu hamil menjadi kuat serta meredakan nyeri sendi. Hasil
penelitian yang dilakukan oleh Melpomene Institute of Minneapolis juga
membuktikan bahwa wanita hamil yang rutin berenang memiliki risiko keguguran
yang lebih rendah.
5.
Baik untuk Penderita Kanker Payudara
Menurut
para ahli medis, berenang sangat bermanfaat untuk menguatkan kembali otot-otot
yang melemah pada penderita kanker payudara yang telah menjalani operasi.
6.
Mencegah Obesitas
Gerakan
renang membuat hampir seluruh bagian tubuh bekerja sehingga jumlah kalori yang
dibakar sangat besar. Berenang selama 1 jam dapat membakar 800–900 kalori.
7.
Sarana Bermain dan Rekreasi
Selain
menyehatkan, berenang bisa merangsang gerakan motorik anak, otot anak akan
berkembang, tubuhnya lentur, dan pertumbuhan badan meningkat.
8.
Menghilangkan Rasa Takut terhadap Air
Berenang
bisa menjadi terapi bagi Anda yang memiliki rasa takut (fobia) terhadap air.
9.
Menumbuhkan Sikap Positif
Berenang
sangat baik untuk menumbuhkan sikap-sikap positif dalam diri seseorang. Orang
yang rutin berenang pada umumnya memiliki keberanian, rasa percaya diri, dan
kemandirian yang tinggi.
10. Meningkatkan
Kemampuan Sosial
Berenang
bersama teman sekolah atau rekan kerja dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, juga
meningkatkan kemampuan beradaptasi dan bersosialisasi dengan orang lain.

Komentar
Posting Komentar